Ketua RT Gaul

Ketua RT Gaul
KH Muqofin, A Mirza Bc IP MSi, Kang Didin, Mr Rohadat (ketua RT 02)

Rabu, 04 Februari 2015

HMI

HMI

Haryo gyak niyat kang suci
Ing lampah sariro 
Mrih luhuring sesama
Pawitan syukur ikhlasing manah
Ugeman qur’an lan hadist
Nuhoni dharmaning wajib
Antebing manah tumuju jayaning bangsa
Negara sampurna agung misuwur

Minangka trah ludira bangsa Indonesia
Ayo rowang angayahi krida
Handarbeni sira daya linuwih
Andhap asor minangka laku
Sih kinasihan marang sepada-pada
Iku mau dadi margining mulya
Siswa utama mahasiswa utama
Wernaning kautaman 
Amrih mulya sareng jayaning Nagari

Indenging Negara Indonesia kang samyo tumuju
Syiar islam yo dadi  tali laku
Laku lakoning panggawa negeri trah HMI
Allah gusti kang paring ijabah taufik lan hidayah
Margining kaslametan margining kamulyan margining kabegjan



HMI

hendaklah segera berniat yang suci
dalam langkahmu
upaya memuliakan sesama
bermodalkan rasa syukur dan ikhlasnya hati
berpedoman quran dan hadist
melaksanakan kewajiban kepada sesama
niat yang mantap menuju kejayaan bangsa
Negara sempurna berwibawa

sebagai keturunan darah bangsa Indonesia
ayo teman melaksanakan kewajiban
punyalah engkau semangat berlimpah
kerendahan hati sebagai jalan
saling mengasihi kepada sesama
itu tadi menjadi jalan kemuliaan
beragam keutamaan
agar mulia kejayaan negri

penjuru Negara Indonesia yang dituju
Syareat agama islam yang menjadi pengikat langkah
langkah peran pemegang kuasa Negara darah HMI
Allah Tuhan yang memberi taufik dan hidayah
jalan keselamatan jalan kemuliaan jalan keberuntungan



Kang Didin. Kendal, 5 Pebruari 2015
Sedikit Geguritan Untuk 68 tahun Kiprah HMI

Jumat, 30 Januari 2015

Ujian Nasional Online Sebuah Pencerahan Taeknekora

Ujia Nasional Online Sebuah Pencerahan Pencerahan Taeknekora
Pendidikan selalu menjadi persoalan pelik yang setiap tahunnya menyuguhkan persoalan bagi institusi pendidikan dasar. Beberapa tahun lalu saya piker persoalan pendidikan hanya akan sampai pada level berapa tahun wajib sekolah, ternyata dugaan saya keliru. Bukan hanya wajib belajar 9 tahun, kemudian menjadi 12 tahun. Program pemberantasan buta huruf, buta angka dan aksara.
Masalah selalu berkembang seiring perkembangan jaman taeknekora. Era ini muncul Kelompok Belajar atau KB sebelum Taman kanak-kanak (TK), ada kemudian PAUD Pendidikan Anak Usia Dini yang jelas menjadi lahan basah bagi pengembang industry pendidikan. Dana pemerintah mengalir sehingga PAUD menjamur dengan kualitas yang kabur (konon katanya begitu) taeknekora.
Kabarnya, Kemendikbud, Mulai tahun ini UN tidak lagi menjadi standar kelulusan. perubahan ini diambil agar UN bisa digunakan sebagai tolak ukur peningkatan mutu pendidikan. Hal tersebut, lanjut Anies, adalah perwujudan dari semangat kembali ke UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003. Bahwa tujuan perubahan UN adalah membentuk generasi pembelajar yang berintegritas sebut Anies. (kompas).

Memang bagi pengelola sekolah dan juga orang tua wali murid UN merupakan momok yang sangat ditakuti , karena UN yang berlangsung hanya beberapa hari saja dapat menyirnakan harapan dan memalukan mereka jika tidak lulus. Oleh karena itu dalam rangka menyukseskan UN tersebut fihak sekolah bekerjasama dengan wali murid mengadakan berbagai macam kegiatan , diantaranya ada yang mengadakan les siang dan malam, ikut bimbingan belajar, do’a bersama sampai dengan menggelar istighosah . Hal ini dimaksudkan agar pelaksaan UN nanti bisa berlangsung lancar dan membuahkan hasil yang baik dengan kelulusan 100 persen dalam arti kata semua lulus
Sekolah dan guru mengemban tugas untuk mengarahkan potensi siswa secara lebih baik. Sekolah menentukan kelulusan berdasarkan keseluruhan mata pelajaran termasuk karakter
Lho ini bukan terobosan menurut saya, sebab jalan seperti ibi sudah ada sejak dahulu kan? Taeknekora.  UN berperan sebagai alat ukur pemetaan, UN melakukan ujian berdasarkan beberapa mata pelajaran, lho dari dulu juga begini, taeknekora.
Apanya yang diterobos? Kalau tidak ada UN itu baru terobosan, kalau UN menggunakan CBT itu terobosan UN baru.
Jika dikatakan bahwa UN merupakan bagian dari proses. Yang nantinya akan membawa generasi masa depan Indonesia menjadi generasi yang cerdas, mandiri dan berkepribadian. Jelas ini penentunya bukan UN, tapi tujuan pendidikan itu sendiri, taeknekora.

Jika Kemendikbud juga menentukan waktu pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2015, maka berarti UN masih ada, taeknekora. Jadi  UN secara serentak akan dilaksanakan pada pertengahan April hinggan Mei.
Lihat jawalnya berikut timeline resmi pelaksaan UN 2015(Sumber: Kompas)
- Pendataan peserta UN 31 Januari 2015
- Sosialisasi UN akhir Januari 2015
- Penetapan pemenang lelang UN 3 Februari 2015
- Kontrak pengadaan bahan UN 13 Februari 2015
- Penyerahan master soal UN 27 Februari 2015
- Pencetakan bahan UN SMA 5-28 Maret 2013
- Pengiriman bahan UN SMA 29 Maret-11 April 2015
- Pengolahan hasil UN SMA 18 April-15 Mei 2015
- Pengumuman hasil UN SMA 18 Mei 2015
- Pengumuman hasil UN SMP 10 Juni 2015

Nek ngomong ujian nasional maka bukan hanya persoalan hasil, pelaksanaan dan proses namun juga ternyata anggaran yang super besar. Konon peserta UN untuk tahun ini mencapai 7,3 juta siswa. Anggaran untuk masing-masing mencapai Rp 80.000 per siswa. Sehingga untuk total anggarannya mencapai Rp 560 miliar.

Ini kabar yang perlu mendapat perhatian besar sebab dana yang harus dibayarkan oleh siswa (dalam hal ini adalah oran tua) jauh diatas angka yang disebutkan oleh kemendikbud. Taeknekora. Di Kendal biaya UN ditambah lain-lain sampai pesta kelulusan mencapai angka Rp 1.200.000,- sebuah angka yang puluhan kali lipat jumlahnya. Di Kota Semarang bahkan ada yang mencapai lebih diatas Rp 2 juta (kabar kabur). Di Demak, empat tahun lalu biaya UN tingkat SMA sudah mencapai angka 1,9 juta, untuk SD dikenai biaya Rp 300 ribu. Bayangkan berapa jumlah sekarang? Ah taeknekora
Anggaran sedemikian banyak menurut pemerhati  biaya pendidikan Yoe Iem digunakan oleh panitia ujian nasional tingkat sekolah bukan semata untuk pelaksanaan UN.
Biaya Ujian nasional yang hasrus disetorkan kepada kemendikbud, mungkin hanya sebagian kecil saja. yang banyak justeru biaya untuk bagaimana proses ujian nasional bisa berjalan. Misalnya saja selama ini adalah transportasi pengawas, snack pengawas, penjaga keamanan, dan pencetakan hasil serta fotocopy lembar kertas hasil ujian, membeli perlengkapan lain, serta operasional pelaksanaan UN.
Banyaknya biaya karena karena sekolah-sekolah mengadakan acara persiapan seperti try out, doa bersama dan sebagainya. Bahkan ada yang harus mengundang motivator kelas kakap agar siswa bisa memiliki gairah untuk lulus UN.
Jika Ujian Nasional bukan lagi standar kelulusan dan sekedar memetakan saja maka sekolah-sekolah bisa memangkas anggaran pelaksanaan Ujian NAsional yang sebenarnya tidak perlu. Taeknekora. Kenapa demikian, karena ujian nasional yang terpenting dalam hal ini adalah kemampuan siswa untuk mengerjakan soal dan menyelesaikannya dengan baik dan benar.
Tidak perlu lagi ada biaya pengajian umum dan doa bersama, biaya untuk motivasi, biaya untuk ziarah ketempat suci, bahkan para guru tidak usah lagi menyogok pejabat keparat untuk sekedar membeli jawaban atau soal kepada yang berkuasa atas UN. Taeknekora.
Sudah tersiar kabar bahwa Ujian nasional akan dilaksanakan menggunakan komputerisasi. Itu harus di jaman ini taeknekora. Mengapa dari masa kemasa tidak ada juga perubahan pelaksanaan ujian nasional, masih menggunakan kertas yang produksinya lama dan tentu saja memakan biaya yang besar serta waktu yang lama untuk mencetaknya.
Tidak aka nada lagi alasan bahwa kotak penulisan nama tidak mencukupi karena nama terlalu panjang dan lama untuk sekedar ngurek-urek nama menggunakan pensil 2 B.taeknekora.
Tidak akan ada lagi ujung pensil bujel yang harus memakan waktu berfikir hanya sekedar guna meraut pensil, belum lagi sampahnya. Maka dengan system baru komputerisasi ujian nasional menghemat banyak hal. Sumpahlah taeknekora.
Siapkah sekolah-sekolah di daerah, melaksanakan UN menggunakan computer secara online?
Entahlah, selentingan di kabar online baru jawa timur yang siap. Sebanyak 198 sekolah di Jawa Timur siap melaksanakan ujian nasional dalam jaringan online atau Computer Based Test (CBT) pada 2015.
198 lembaga di Jatim itu sudah disetujui dan diverifikasi oleh Pusat Penelitian Pendidikan (Pustendik), Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur. Terdiri atas 57 SMP (56 SMP negeri dan satu SMP swasta), 70 SMA (62 SMA negeri dan delapan SMA swasta), dan 71 SMK (42 SMK negeri dan 29 SMK swasta).
Untuk sekolah di luar yang sudah ditunjuk, katanya, bisa mengikuti UN CBT dengan cara mengajukan diri ke Pustendik melalui Dindik setempat. Syaratnya dengan melengkapi persyaratan dan nanti akan diverifikasi oleh Pustendik. Jelas Harun.
Lalu bagaimanakah dengan sekolah-sekolah di daerah yang bahkan untuk computer di sekolah saja jumlahnya masih minim. Nah itu persoalan baru yang muncul. Namun bukankah ujian nasional itu tidak akan dilaksanakan di sekolah, akan tetapi dilaksanakan si tiap tempat yang ditunjuk yang tentu saja disiapkan segala macam perlengkapan dan peralatannya oleh kemendikbud pusat dan daerah. Taeknekora.
Ada syarat dan pra syarat yang harus dipenuhi seperti halnya di jawa timur adalah kepala sekolah membuat pernyataan kesiapan mengikuti UN CBT. surat pernyataan itu diketahui kepala dinas pendidikan setempat dengan dilampiri spesifikasi teknik laboratorium komputer seperti yang diinginkan dari Pustendik,.Kedua, memperhatikan perkembangan psikologi siswa yang akan melaksanakan ujian CBT. Ketiga, kepala sekolah bersama pengurus komite sekolah dan beberapa perwakilan murid yang akan mengikuti UN CBT membuat pernyataan sikap yang intinya menerima apapun hasil ujian tersebut walaupun nantinya tidak sebaik ujian dengan kertas. Keempat, dalam waktu dekat akan dilakukan verifikasi dan validasi laboratorium komputer yang dimiliki sekolah dari tim bentukan Pustendik.
Lho-lho-lho harusnya pemerintah juga menyediakan ketersediaan computer dan laboratorium computer. Seperti system CAT yang ada digunakan dalam menyeleksi CPNS.
Tapi bukan persoalan mengingat semua alat di era ini sudah tersedia tinggal bagaimana pengawasan dilakukan agar UN  bisa lancar terlaksana tanpa kecurangan. Ya modivikasi pelaksanakan bisa mengadopsi system seleksi CPNS. Termasuk soal dan tempat pelaksanaan.
Jika kemudian bisa dilaksanakan saya piker akan lebih murah dan menghemat anggaran pendidikan. Adanya beberapa kendala bisa diatasi dengan baik.
Menurut hemat saya persoalan yang akan muncul jika CBT jadi dilaksanakan mengadopsi pelaksaan CAT CPNS adalah
1.       Tempat ujian nasional system CBT.
2.       Manajemen soal
3.       Tranportasi
4.       Pengaturan waktu memperhitungkan ketersediaan alat
5.       Kemampuan siswa
6.       Pengawasan.
7.       Kemungkinan bocornya soal
Bisa diatasi dengan manajemen waktu dan sosialisasi yang baik, oleh sekolah ataupun oleh kemendikbud. Psikologi siswa, kemampuan siswa, saya rasa bukan masalah jika sosialisasi dilaksanakan jauh-jauh hari sebelum hari H pelaksanaan. Ketersediaan alat  bukan kendala berat, kemungkinan bocornya soal ini akan teratasi dengan mengacak tempat duduk dan varian soal yang banyak, atur sajalah pasti bisa. Taeknekora.
Fatul Muin, seorang emerhati pendidikan berbagi pengalaman, katanya seminggu sebelum UN berlangsung saya pernah berbincang-bincang dengan salah seorang guru Madrasah Aliyah yang kebetulan Mata Pelajarannya masuk pada Ujian Nasional, dia mengaku UN merupakan dilema baginya. Oleh karenanya sebelum UN berlangsung , sekolahnya mengadakan try out bekerja sama dengan sebuah lembaga pendidikan atau bimbingan belajar , hasilnya jauh dari harapan yaitu banyak siswa yang tidak lulus. Meskipun diulang 2 – 3 kali hasilnyapun masih tidak menggembirakan . Sehingga andaikata UN dijalankan sesuai aturan yang ada seperti Try out yang pernah dilakukan secara mandiri , maka dapat dipastikan siswa dari sekolahnya banyak yang tidak lulus dan ini menjadi masalah tersendiri baginya. Melihat kenyataan itulah maka ada kesepakatan tersendiri ( MOU ) yang tidak tertulis antar kepala sekolah pinggiran atau pedesaan agar UN di masing-masing sekolah tersebut dapat berjalan dengan sukses dan hasil yang tidak mengecewakan sekolah. Taeknekora.
Menurut mereka kesepakatan tersebut ditempuh demi kelangsungan sekolah mereka untuk waktu yang akan datang. Sebagai contoh sekolah yang dalam UN siswanya banyak yang tidak lulus , dapat dipastikan akan kesulitan mendapatkan siswa dalam tahun ajaran berikutnya. Selain itu ada pula rasa iba para guru atau pengelola sekolah jika ada siswanya yang tidak lulus UN sehingga harus mengulang setahun, ini akan menjadi beban tersendiri bagi orang tua siswa yang harus mengeluarkan biaya lagi untuk mengulang ujian. Selain itu bagi siswa sekolah pinggiran atau pedesaan banyak yang beranggapan jika belajar di sekolah tersebut hanyalah mencari selembar ijasah saja , setelah itu ya selesai alias tidak melanjutkan. Bila ada siswa yang melanjutkan jumlah sangat minim , hal ini disebabkan terlalu mahalnya biaya di perguruan tinggi yang tidak akan terjangkau oleh kantong mereka yang kebanyakan dari keluarga yang kurang mampu. Hal itulah yang menyebabkan mengapa banyak sekolah pinggiran atau pedesaan yang kelulusan siswanya jauh lebih tinggi dibandingkan sekolah diperkotaan yang notabenenya sekolah pilihan (Fatkhul Muin, Kompasiana). Taeknekora.
Kesimpulan panjang dari apa yang saya tulis dan copy pastekan diatas adalah bahwa Sekalilagi, jika ujian nasional dipermudah jalannya maka ada anggaran-anggaran yang sebenarna tidak perlu bisa dipangkas sedemikian rupa sehingga UN tidak lagi mahal. Biaya istighotsah, biaya motivasi kedua, ketiga keempat, biaya penggandaan soal, biaya cetak soal yang sedemikian besar.
Apalagi jika UN kemudian bisa diulang jika tidak puas, maka siswa bisa mengukur kemampuannya dan kepuasan terhadap nilai.
Siapkah kita, selamat datang di negeri taeknekora.
Kendal, 31 januari 2015
Kang Didin



Senin, 15 Desember 2014

Herpes Atau Dompo

Dompo (herpes)

seminggu lalu saya menjaga adik yang opname di RS Tugurejo, berhari-hari duduk di Ruang Dahlia, maklum kelas bawah jadi pake yang murah meriah.
mengingat malam ketiga saya tidak tidur di RS karena ada teman adik yang jagain dia. saya tidur di mesjid Pandana Merdeka sekalian nganter pesanan foto mesjid yang tersimpan pada saya. konon takmir masjid Nurut Taqwa akan membuat buku sejarah perjalanan masjid, wow.... ko kami tidak diajak menulis pandangan versi kami sebagai penjaga masjid, setidaknya pandangan kami yang merasakan sendirian mengurus mesjid,
maaf kepada pihak lain, saya pernah merasakan sendirian mengurus masjid, sebetulnya ada satu teman saya tapi sibuk dengan urusan travel menyetir warga ke luar kota, ini kenyataan yang tak bisa dibantah.
merasakan bertahun-tahun tidur dalam kesederhanaan. sampai pada perhatian takmir kepada saya saat harus terkena DB hingga dirawat di rumah sakit,

kami bagian dari sejarah masjid Nurut Taqwa, dan saya meyakinkan diri bahwa dalam setiap kerjabhakti pengecoran masjid, daya tidak pernah absen, itu versi saya lho.....
ah kita lihat hasilnya nanti saja seperti apa dan versinya bagaimana dalam pandangan penulisnya nanti seperti apa..... saya juga akan menuliskannya versi saya.....
sebagai sesama pendatang di pandana Merdeka.

ah tapi bukan itu maksudnya, saya datang malam hari setelah isyak,
nah saya tidur di kamar yang dulu menjadi kamar ku saat masih mengabdi di masjid Pandane Merdeka.
sebenarnya saya biasa tidur disana, dengan memakai jaket pelindung dada dari angin saat berkendara saya kenakan saat tidur untuk menahan dinginnya keramik, walau di lantai dua tetap dingin lho.....

saya masih bisa menahan sakit dan nyeri di dada sebelah kiri, saya bilang ke ibu saya dikira kami tetep atau serangga, kebetulan Riski, teman adik saya di IAIN meminjam tikar kepada teman takmir, mungkin kotor dan saya pakai untuk tidur.
berhari-hari saya tahan sakitnya karena biasanya juga ilang sendiri. selang tiga hari setelah adik saya pulang dari rumah sakit saya merasakan sakit semakin parah. lha ko ada semacam luka melepuh seperti kena minyak di punggung sebelah kiri.
saya biarkan Esok hari saat bangun tidur, saya merasa badan saya sakit-sakit dan sedikit demam. Saya berpikir ini disebabkan tubuh saya yang terlalu over kendal semarang, paling cuma sakt biasa.sorenya saat badan sudah mulai membaik,  di punggung saya muncul benjolan yang rasanya sakit sekali seperti digigit serangga. Saya segera mengoleskan minyak telon di benjolan tersebut tapi sampai sore sakitnya tidak juga mereda. Rasanya seperti ditusuk-tusuk jarum, pedih,dan sedikit gatal.

Saat itu saya berasumsi kalau saya digigit serangga. saya oleskan salep itu di area benjolan. Sakitnya tidak berkurang. Nah, malamnya mungkin secara tidak sadar saya menggaruk-garuk daerah yang sakit dan gatal itu sehingga paginya saya sangat kaget ketika melihat benjolan yang tadinya hanya ada satu dan agak lebar itu sudah punya banyak teman berupa bintik-bintik yang menyebar ke sebelah kanan punggung saya membentuk pola garis yang tidak lurus.
saya bilang ke isteri, owh domponen. mengingat itu hari sabtu tidak mungkin saya ke dokter keluarga apalagi saya tidak yakin bahwa saya domponen maka saya tidak bergegas ke dokter.

mingu saya sakit dan kayaknya parah nih, mengingat panas dan demam sangat menganggu tidur, saya periksakan diri ke dokter keluarga di cepiring hari senin sore.

saya cerita kronologisnya kepda dokter, dan dia menjelaskan bahwa dompo itu karena virus yang terpendam dan bisa sewaktu-waktu muncul jika kecapekkan dan imun tubuh melemah. wow....... saya dikasih salep dan pil acylofir, serta paracetamol.

Jadi dompo itu biasa kita kenal sebagai herpes. Begitu saya menyebut herpes pasti yang terlintas adalah penyakit kelamin kan? Yah, ada benarnya juga. Salah satu penyakit yang menyerang kelamin itu namanya memang herpes juga. Yaitu herpes genital. Tapi virus yang menyerang herpes genital ini beda dengan virus yang mengakibatkan dompo atau cacar ular atau whatever you named it. Herpes genital disebabkan oleh Virus Herpes Simplex, sedangkan Dompo disebabkan oleh Virus Varicella Zoster. Virus yang sama yang menyebabkan cacar air. eh iya kalau virus varicella zoster ini saat kita sembuh dari sakit cacar air tidak benar-benar hilang dari tubuh kita. Hanya tidur. Nanti saat daya tahan tubuh terganggu, dia bisa saja bangun lagi dalam bentuk sakit dompo atau herpes.

Virus? Jadi menular ya? Iya menular, tapi menularnya tidak seheboh penularan pada cacar air yang sangat cepat. Dompo hanya bisa menular apabila kita terpapar dengan daerah yang terserang dan biasanya dompo muncul di tempat-tempat tertutup seperti punggung sehingga dapat meminimalisir penularan. Penularan itu pun ada masanya. Sekitar hari pertama sampai hari ke 3 dompo menyebar berbentuk bintik atau benjolan kemerahan dan biasanya menyebar ke satu sisi tubuh saja. Kemudian  bintik-bintik merah itu berubah jadi bintil-bintil berisi air yang gampang pecah mirip dengan cacar air sekitar hari ke 4-6, Setelah itu, bintil-bintil itu akan mengering menjadi bekas-bekas seperti bekas luka di hari ke 7dst . Nah, tahap menular itu adalah saat bintik-bintik merah itu berubah jadi bintil-bintil berisi cairan yang rentan pecah. Jangan pernah menggaruk daerah yang terkena dompo sedikitpun karena hanya akan membuat area yang terkena semakin luas.

Jadi dompo hanya seminggu? Ya, seminggu itu minimal jika kita minum antivirus yang meminimalisir perkembangan virusnya dan mempersingkat waktu kesembuhan. Tapi kalau dompo dibiarkan saja tanpa diobati dengan alasan tidak mau minum obat karena anti zat kimia ya dompo bisa menyerang sangat lama. Dan jangan pernah meremehkan Neuralgin yang diresepkan oleh dokter karena ada waktunya rasa sakit di  daerah yang terkena dompu sangat luar biasa hingga tidak bisa tidur. Neuralgin sangat menolong jika sakit itu datang.

Oleh dokter kulit, selain antivirus dan paracetamol, penting katanya saya minum vitamin b-complex. Pemberian vitamin ini sepertinya dengan tujuan  meningkatkan nafsu makan saya sehingga daya tahan tubuh saya juga meningkat karena penyebab dompo ini biasanya karena kelelahan dan daya tahan tubuh yang menurun sehingga virus mudah menyerang. Sebagai obat topical/oles dokter memberi saya salep Aculovir,lumayan membantu untuk mengobati peradangan di kulit.

katanya saat kena dompo atau herpes menghindari terasi. Katanya  karena terasi mungkin dibuat dari ikan-ikan atau udang busuk yang malah nanti bisa memicu gatal lebih parah. Saya juga dimintanya untuk memperbanyak makan buah karena baik untuk regenerasi kulit agar  lukanya tidak meninggalkan bekas.
dan benar saja seminggu sampai sepuluh hari baru kelihatan kalau dompo sudah alum atau layu.
saya juga sempat berobat tradisional yaitu sembur oleh janda yang menikah dengan jejaka. saya sempatkan kepada tetangga. patrutan kelapa dikunyah dengan gula merah dan disemburkan pada domponya.
perih sekali, apalagi saat cairan gula mengenai kulit wow..........
sudah berhari-hari menahan menangis dan ingin teriak minta tolong dan ampunan. berat badan sampai turun dua kilo.... wow...........  tidur dalam semua posisi tidak nyaman sama sekali.

setelah sembuh lebih baik jaga kesehatan dan kebersihan serta berhati-hati dengan segala kemungkinan.
Kendal 15 Desember 2014

Didin 085641590138

Kamis, 01 Mei 2014

KPU KOTA SEMARANG

KPU KOTA SEMARANG website KPU Kota Semarang  sejak 21 April 2014 berganti menjadi www.kpu-semarangkota.go.id

Rabu, 16 Oktober 2013

PANITYA QURBAN REMAJA MASJID NURUTTAQWA PANDANA MERDEKA & NGALIYAN ASRI SEMARANG TAHUN 2013  BERUPA HEWAN SAPI 6  DAN KAMBING  35

PANITYA IDHUL QURBAN PANDANA MERDEKA SEMARANG TAHUN 2013 / 1434 H
BERUPA HEWAN SAPI 6 DAN KAMBING 35